Tulisan ini harusnya ditulis tahun lalu, tapi maaf beribu maaf karena kami baru bisa menulisnya sekarang. Peringatan hari raya Iedul di lingkup tpa Darussalam secara mandiri (tidak ndompleng kegiatan mushola) sebenarnya baru dimulai sekali, yaitu pada tahun 1428 H yang lalu. Kegiatan ini bermu
la dari rasan-rasan antara ustadz-ustadzah, santri-santri, dan beberapa wali santri. Sebelum ide itu muncul, sebenarnya di mushola sudah ada kegiatan rutin setiap Iedul Adha untuk anak-anak disekitaran mushola, yaitu nggule kambing bersama. Namun menurut kami para ustadz dan juga beberapa wali santri, hal itu tidaklah cukup mengena bagi santri-santri kami. Pertama karena banyak dari santri-santri kami yang tidak berdomisili dekat dengan mushola, bahkan banyak juga yang dari luar wilayah. Sehingga mereka tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut, karena kegiatan tersebut hanya diperuntukkan bagi anak-anak di sekitar mushola karena jumlah daging yang terbatas. Kedua, menurut kami kegiatan tersebut kurang memberikan ibroh yang cukup bagi anak-anak terutama santri-santri kami, karena mereka tidak secara langsung diberikan contoh bagaimana seharusnya merayakan Iedul Adha.
Berangkat dari hal tersebut, dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami bertekad untuk mengadakan penyembelihan kurban sendiri. Dan hasilnya sungguh tidak kami duga, di luar target kami ternyata antusiasme dari wali santri untuk memberikan donasi latihan kurban sangatlah besar sangatlah besar, alhasil kami berhasil membeli 1 ekor domba yang ukurannya lumayan besar. Di hari tasyrik ke-3 alhamdulillah kami berhasil menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban tersebut dengan lancar, dibantu oleh beberapa wali santri, dan bapak-bapak/ibu-ibu di seputaran mushola yang bersimpati melihat kegiatan kami.
Tapi sesungguhnya pasca kegiatan itu tidaklah berlalu dengan mulus begitu saja. Ada saja tanggapan pihak-pihak yang tidak begitu simpati dengan kami, entah itu tuduhan bahwa kami menyerobot dana latihan kurban untuk organisasi tertentu, yang mungkin karena beberapa wali santri berfikir lebih bermanfaat jika dana tersebut disalurkan ke TPA karena dengan demikian mereka bisa secara langsung memberikan ibroh dan melibatkan secara langsung putra-putri mereka. Memang pada pelaksanaanya sebagian besarnya kami melibatkan santri-santri secara, misalnya untuk menyaksikan dan ikut mendoakan secara langsung ketika upacara penyembelihan, selain itu terlibat juga dalam pengolahan dan pembagian daging kurban. Ya, daging kurban tersebut sebagian kami bagikan untuk masyarakat sekitar, dan sebagiannya dimasak un
tuk disantap bersama-sama.
Pada Iedul Adha 1429 kemarin, sebenarnya kami sudah sangat kepayahan untuk menyelenggarakannya kembali, mengingat pasca Iedul Fitri kami cukup kelelahan karena didera kegiatan yang seperti tak kunjung henti dan juga kondisi keuangan yang sedang minim. Tapi semangat santri-santri yang menginginkan agar kegiatan tersebut diadakan lagi, akhirnya melecut semangat kami kembali. Akhirnya dengan sisa waktu yang hanya beberapa bulan kami mengadakan infaq harian santri. Di setiap kelas kami berikan celengan-celengan berbentuk hewan-hewan untuk menarik minat anak untuk mengisinya dengan infaq seikhlasnya. Beberapa hari menjelang Iedul Adha celengan-celengan itu kami bedah isinya, dan isinya ada beberapa ratus ribu rupiah, jumlah yang cukup fantastis untuk kumpulan infaq anak-anak seusia mereka. Tapi jumlah itu ternyata belum mencukupi untuk membeli seekor hewan kurban yang memadai. Dan rahmat Allah akhirnya datang, ada salah satu wali santri yang bersedia mencukupi kekurangannya, sehingga alhamdulillah kami berhasil kembali membeli hewan kurban, bahkan dengan ukuran yang lumayan besar. Ternyata rahmat itu tidak berhenti begitu saja, beberapa hari menjelang hari H penyembelihan, tiba-tiba tanpa diduga-duga dan dinyana-nyana ada 2 wali santri yang menyumbangkan 2 hewan kurban untuk TPA Darussalam. Alhamdulillahrobbil 'alamien, sungguh rahmat Allah yang sangat besar dan tak terduga, seperti mimpi saja akhirnya kami berhasil menyembelih 3 hewan kurban. Dan seperti tahun sebelumnya daging dari hewan kurban tersebut sebagian kami bagi-bagikan kepada masyarakat sekitar yang dipandang layak mendapatkannya, dimana tahun ini jumlah menjadi semakin banyak dibanding tahun sebelumnya. Dan sebagiannya lagi kita masak untuk disantap bersama-sama.
Alhamdulillah wa syukrulillah, akhirnya dari semua itu kami jadi semakin yakin bahwasanya jika semua hal dimulai dari niat yang tulus, semata-mata hanya untuk dakwah terutama bagi malaikat-malaikat kecil..."santri-santri kita tercinta", insya Alllah..Allah pasti akan selalu memberikan pertolongannya............Afwan bagi semua, sayang sekali kegiatan-kegiatan ini tidak terdokumentasikan (Cahyo'09)
la dari rasan-rasan antara ustadz-ustadzah, santri-santri, dan beberapa wali santri. Sebelum ide itu muncul, sebenarnya di mushola sudah ada kegiatan rutin setiap Iedul Adha untuk anak-anak disekitaran mushola, yaitu nggule kambing bersama. Namun menurut kami para ustadz dan juga beberapa wali santri, hal itu tidaklah cukup mengena bagi santri-santri kami. Pertama karena banyak dari santri-santri kami yang tidak berdomisili dekat dengan mushola, bahkan banyak juga yang dari luar wilayah. Sehingga mereka tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut, karena kegiatan tersebut hanya diperuntukkan bagi anak-anak di sekitar mushola karena jumlah daging yang terbatas. Kedua, menurut kami kegiatan tersebut kurang memberikan ibroh yang cukup bagi anak-anak terutama santri-santri kami, karena mereka tidak secara langsung diberikan contoh bagaimana seharusnya merayakan Iedul Adha.Berangkat dari hal tersebut, dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami bertekad untuk mengadakan penyembelihan kurban sendiri. Dan hasilnya sungguh tidak kami duga, di luar target kami ternyata antusiasme dari wali santri untuk memberikan donasi latihan kurban sangatlah besar sangatlah besar, alhasil kami berhasil membeli 1 ekor domba yang ukurannya lumayan besar. Di hari tasyrik ke-3 alhamdulillah kami berhasil menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban tersebut dengan lancar, dibantu oleh beberapa wali santri, dan bapak-bapak/ibu-ibu di seputaran mushola yang bersimpati melihat kegiatan kami.
Tapi sesungguhnya pasca kegiatan itu tidaklah berlalu dengan mulus begitu saja. Ada saja tanggapan pihak-pihak yang tidak begitu simpati dengan kami, entah itu tuduhan bahwa kami menyerobot dana latihan kurban untuk organisasi tertentu, yang mungkin karena beberapa wali santri berfikir lebih bermanfaat jika dana tersebut disalurkan ke TPA karena dengan demikian mereka bisa secara langsung memberikan ibroh dan melibatkan secara langsung putra-putri mereka. Memang pada pelaksanaanya sebagian besarnya kami melibatkan santri-santri secara, misalnya untuk menyaksikan dan ikut mendoakan secara langsung ketika upacara penyembelihan, selain itu terlibat juga dalam pengolahan dan pembagian daging kurban. Ya, daging kurban tersebut sebagian kami bagikan untuk masyarakat sekitar, dan sebagiannya dimasak un
tuk disantap bersama-sama.Pada Iedul Adha 1429 kemarin, sebenarnya kami sudah sangat kepayahan untuk menyelenggarakannya kembali, mengingat pasca Iedul Fitri kami cukup kelelahan karena didera kegiatan yang seperti tak kunjung henti dan juga kondisi keuangan yang sedang minim. Tapi semangat santri-santri yang menginginkan agar kegiatan tersebut diadakan lagi, akhirnya melecut semangat kami kembali. Akhirnya dengan sisa waktu yang hanya beberapa bulan kami mengadakan infaq harian santri. Di setiap kelas kami berikan celengan-celengan berbentuk hewan-hewan untuk menarik minat anak untuk mengisinya dengan infaq seikhlasnya. Beberapa hari menjelang Iedul Adha celengan-celengan itu kami bedah isinya, dan isinya ada beberapa ratus ribu rupiah, jumlah yang cukup fantastis untuk kumpulan infaq anak-anak seusia mereka. Tapi jumlah itu ternyata belum mencukupi untuk membeli seekor hewan kurban yang memadai. Dan rahmat Allah akhirnya datang, ada salah satu wali santri yang bersedia mencukupi kekurangannya, sehingga alhamdulillah kami berhasil kembali membeli hewan kurban, bahkan dengan ukuran yang lumayan besar. Ternyata rahmat itu tidak berhenti begitu saja, beberapa hari menjelang hari H penyembelihan, tiba-tiba tanpa diduga-duga dan dinyana-nyana ada 2 wali santri yang menyumbangkan 2 hewan kurban untuk TPA Darussalam. Alhamdulillahrobbil 'alamien, sungguh rahmat Allah yang sangat besar dan tak terduga, seperti mimpi saja akhirnya kami berhasil menyembelih 3 hewan kurban. Dan seperti tahun sebelumnya daging dari hewan kurban tersebut sebagian kami bagi-bagikan kepada masyarakat sekitar yang dipandang layak mendapatkannya, dimana tahun ini jumlah menjadi semakin banyak dibanding tahun sebelumnya. Dan sebagiannya lagi kita masak untuk disantap bersama-sama.
Alhamdulillah wa syukrulillah, akhirnya dari semua itu kami jadi semakin yakin bahwasanya jika semua hal dimulai dari niat yang tulus, semata-mata hanya untuk dakwah terutama bagi malaikat-malaikat kecil..."santri-santri kita tercinta", insya Alllah..Allah pasti akan selalu memberikan pertolongannya............Afwan bagi semua, sayang sekali kegiatan-kegiatan ini tidak terdokumentasikan (Cahyo'09)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar